Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2012

...

Gambar

If*

Gambar

Dear,

Gambar
Wahai Engkau Yang Menerbitkan Matahari Aku tahu, semua telah beres olehMu pagi ini, Tapi masih ada yang tak beres, Ya Tuhan Di sini, hatiku, Bolehkah aku meminta obat terbit terik milikMu?

:'(

Gambar
Pagi ini aku rindu ibu :'( Betapa jahatnya aku yang membagi waktu untuk merindui, mestinya sepajang waktu, bukan hanya sepanjang pagi. Maafkan aku yang belum tuntas belajar arti rindu darimu, Ibu.  Mungkin anakku lah nanti yang akan menuntaskannya.

Semoga

Tempat yang tak pernah dilihat oleh mata Tempat yang suaranya tak pernah terdengar oleh telinga Tempat yang tak pernah terbayangkan keindahannya Tempat bernama sorga, Tempat aku akan berada di sana, bersamamu, selamanya. Semoga.

Rindu dan Kamu Seperti Burung dan Sayap

Aku adalah orang yang tidak gampang merindukan seseorang. Tapi kenapa kamu terlalu gampang untuk dirindui?
Mereka datang dan pergi. Ada yang tinggal, ada yang tak kembali. Kamu?
Gambar
Setiap kali berada di atap rumah ini, memandangi langit luas berbintang yang aku namai taman semesta, aku membayangkan kau suatu hari nanti ada di sampingku, membantuku menyelesaikan hitungan bintang hingga pagi, tapi kemudian kita hanya akan merengus kesal karena tak pernah berhasil. Ya, seperti usahamu untuk menghitung jumlah cintaku yang hanya akan membuatmu kesal karena tak berhasil menemukan hasil tepatnya, terlalu banyak, keluhmu.

Menuju Ka'bah

Gambar
Tentang lelaki paling tampan di hatiku Aku bertanya padamu tentang haji, Kapan? Engkau hanya menjawab, tidak, bukan haji tidak lebih penting, tapi pendidikan anak-anakku lebih utama. Aku tahu kau bergurau soal penting dan utama itu, Ayah. Bagimu, haji lebih penting dan lebih utama, kau hanya menyembunyikan mana. Maka tunggulah, tanganku akan menggenggammu ke sana, suatu hari nanti, insya Allah, bersama Ibu.

Kepada: Suci*

Gambar
Regita... Putri bungsu yang elok rupa Sudahkah kau lupa? Pada kenangan yang mungkin bisa menyatukan perpisahan kita Pada kisah setiap malam di saat kita masih satu atap bersama Pada teh gelas beku yang kita serut di siang menyala Pada tawa yang menganga di setiap jeda cerita. Sungguh aku tak lupa Hanya saja aku alpa menaruh namamu di meja Tempat aku singgah setiap larut untuk mengeja a-ba-ta. Maka maafkan aku yang absen menyapa Tapi percayalah, namamu masih rapi ku sebut di setiap doa.

Jendela dan Pohon

Cukup berikan aku jendela kamarmu Tempat kau setiap pagi menerbitkan senyum mengalahkan terbit matahari Yang membetulkan warna merona mawar di halaman Yang membatalkan embun bersembunyi di daun Maka aku akan menjadi pohon yang rindang daunnya mengintip gerik dan mengutip gerakmu diam-diam. Aku bersedia mematung menghitung setiap kata yang kau lahirkan dari kepala, tempat kau menyimpan ceritaku setiap malam Menunggu namaku kau sebut di balik dinding yang menyimpan ribuan kalimat itu Maka saat aku akhirnya mendengar, aku tersipu dengan warna merah di wajah resah. Tapi sayang. Aku tak punya jendelamu, tak juga pandai mengubah wujud menjadi pohon halaman. Ah, lagi pula, aku pikir, untuk apa hanya punya jendela dan menyamar serupa pohon jika aku juga bisa menerbitkan senyuman di jendela yang sama denganmu setiap pagi? :)

Aku Tak Punya Judul

Pagi buta tidak bisa melihat Karena malam masih mengikat Dan aku tertambat pada sebentuk rupa yang tertutup pekat Agaknya langit senang bermain petak umpat.

Kepada: Atika

Gambar
Namanya Atika, Ya! Aku sedang merinduinya malam ini. Rupanya cantik, Ia menyimpan mata indah dengan bulu mata hitam pekat panjang, hidung mancung elok, dan senyuman yang penuh pesona di wajahnya Dulu aku pernah ingin menjadi dia Terlahir dengan wajah sempurna, hati bercahaya, dan kecerdasan yang tak berdusta. Tapi kini aku sadar, tak cocok menggunakan kata pernah, karena sekarang pun masih. Aku tersenyum setiap kali mengingat jalannya yang tergesa-gesa Seperti takut ketinggalan kereta, Dia mencintai lelucon, seperti sebuah keharusan untuk membuat siapapun lawan bicaranya tertawa Tapi jangan terkecoh, dia juga pandai memasang wajah serius yang menyeramkan Meskipun sesekali, tapi ku yakin, tak ada yang ingin melihat wajah seperti itu untuk kedua kali. Dia mencintai persahabatan, mengagungkan kasih sayang, memuliakan persaudaraan. Maka bagaimanalah aku bisa mengabaikan namanya? Walau kini jauh dipisahkan mil yang merampas tangannya dari genggamku Merebut ketenanganku sa

Aku Sebut Tercukupkan

Hidupku tercukupkan dengan kamu yang hadir entah dari penjuru sebelah mana Bukan terselesaikan, tapi tercukupkan Itu saja yang ingin aku sampaikan Mungkin kamu tak akan mendengarkan, tapi biarlah aku tetap ungkapkan.

Aku Rindu Pulang*

Gambar
Pulang selalu menyenangkan Aku tak sadar telah berlama-lama menyungging senyuman di sepanjang perjalanan Mengingat akan bertemu dengan wajahmu yang tenang dan meneduhkan Mengingat masakanmu yang tak ada tandingannya di setiap restoran. Aku selalu ingin pulang Saat harus kembali ke sini, tempat yang jauh dari dekapanmu, aku bersimbah tangisan Rasanya ingin kembali ke belakang berputar haluan Menutup pintu gerbang dengan rantai agar tak ada penjahat yang menjemputku memisahkan Lalu sepanjang hari menghabiskan waktu dengan menatap wajahmu yang mulai petang Berharap kau tak pernah pergi duluan, meninggalkanku sendirian. Wahai Ibu yang cahayanya tak pernah padam Sudikah engkau memahat hatiku dalam jiwa putihmu yang matang? Agar aku tak lepas, tak pergi, tak menghilang Sungguh, aku mencintaimu lebih dari yang pernah aku tunjukkan Maka mengertilah, bila suatu hari nanti aku dijemput seseorang Bukan berarti engkau ku tinggalkan Juga tidak menggantikan Aku hanya melanjutkan k

Bagaimanalah~

Gambar
Aku tak pernah bosan menatap hijau yang menetap di wajahmu, Rupa yang tergambar karenanya berubah damai Dan hati keruhku lupa untuk berpindah setiap kali terbentur pada elokmu. Mungkin tidak semua mencintaimu Barangkali juga ada yang tidak menginginkanmu Tapi bagiku, kau tak ubahnya pagi yang selalu cerah mencahayai pekat hitamku Seperti bukit-bukit yang selalu ingin ku capai puncaknya walau letih dan bersimbah peluh Seperti langit yang menampung semua kerinduanku Dan seperti aroma wangi di taman bunga yang membuatku betah berlama-lama. Maka katakanlah padaku, bagaimana caranya aku bisa pergi darimu, sementara di dadaku sendiri tidak ada lagi yang berani mengusirmu.

Tak Ada Selain Dirimu.

Gambar
Aku tahu betapa cinta yang ada di dalam dadamu tak pernah keruh Aku bisa mendengar betapa ia bergemuruh. Aku kuat karena ia telah tertaruh. Tapi sejak malam-malamku kosong dari suara selamat tidurmu, aku tak mampu lagi berkata aku kuat untuk hidup seperti ini Maka bagaimanalah aku bisa jauh dari tempatmu berada? Sedangkan cintamu terlalu erat untuk mengurungku tetap dalam hangatmu Aku bersumpah tak ada yang lebih aku cintai selain dirimu setelah Allah Sungguh, aku terlalu lemah untuk menahan rindu dan bertahan dalam jarak, Ibu.