Postingan

.

Gambar
Duhai malam yang diciptakan kelam Izinkan aku sembunyi di balik hitammu Bersembunyi dari dunia yang semakin lama semakin berniat mempermainkanku Aku tahu tak kan pernah bisa bersembunyi, tapi untuk sementara waktu, biarkan aku di sini Jangan beritahu siapa-siapa, jangan beritahu dunia tentang keberadaanku Aku hanya ingin terlelap sebentar saja... Aku lelah, malamku... Biarkan aku bersandar.

Tentang Cinta dan Seribu Mimpi

Gambar
Tentang cinta dan seribu mimpi Aku memupuknya di bawah naungan Tuhan Aku memagarinya dari tangan syaithan Tentang cinta dan seribu mimpi Aku masih menyebut namamu dalam doa Di antara sabar sujud panjang Di balik pengharapan dan dalamnya pinta Tentang cinta dan seribu mimpi Aku tergugu dalam diam Saat lidah terpaksa bisu Dari mengungkap inginku, padamu Dari menjajal rasaku, untukmu Tentang cinta dan seribu mimpi Aku tak akan berhenti di sini Walau apapun yang terjadi Kau bisa percaya, aku akan tetap di sini! Dalam penantian suci Menuju penghalalan diri Tentang cinta dan seribu mimpi Aku tak kuasa menahan hati Untuk melukis wajahmu sepanjang hari Aku tak kuasa! Bisakah kau mengerti? Tentang cinta dan seribu mimpi Aku berhenti mencari Karena aku berharap kau adalah temuan yang tepat Akhir dari semua pilihan Tempat aku berlabuh...

Bolehkah Aku Mencintainya?

Gambar
Ya Allah Aku lelah bertanya-tanya siapakah dia Karena tak pernah ada jawaban, tak pernah ada pertanda Atau mungkin aku yang terlalu egois Aku bukannya bertanya-tanya, aku hanya memastikan apakah dia yang aku inginkan akan menjadi pendamping hidupku kelak Ya, aku yang terlalu egois padaMU ya Allah.. Wahai Rabb.. Berdosakah jika aku menginginkan dia menjadi qawwamku? Berdosakah jika aku mengharapkan dia tercipta untukku? Berdosakah ya Rabb? Dia tak punya peta ya Allah.. Dia juga tak punya kompas untuk menujuku Salahkah jika aku gunakan getar hatiku sebagai petunjuk baginya? Salahkah jika aku memanggil namanya agar datang? Dan salahkah jika aku menunggunya ya Rabb? Aku takut Engkau mengutuk rasa ini Aku takut Engkau tak redha Tapi kenapa Kau titipkan cinta yang aku tak bisa membendungnya? Aku bingung harus memperlakukan rasa ini seperti apa Beritahu aku ya Allah Beritahu aku agar aku tak keliru.. Bolehkah aku mencintainya?

Bukan, Ini Bukanlah Kebahagiaan!

Gambar
Selamat pagi, wahai pagi... Kau tahu? Aku baru tersadar ternyata kau bisa menangis Kau menangis di saat semua orang terlelap, kan? Kau menangis semalaman, tapi tak ada yang tahu Oh, airmatamu mengingatkanku pada seseorang Ya, seseorang yang mencintaiku, dulu, hingga kini, dan sampai suatu hari nanti Seseorang yang menangis di belakangku Seseorang yang tak ingin memperlihatkan airmatanya padaku Persis, persis seperti airmatamu wahai pagi, airmata berwujud embun. Kebahagiaan. Hanya itu yang dia inginkan untukku Aku sadar, aku kejam Aku sadar, aku jahat Aku sadar, aku zholim! Kau tak bisa menyebut ini kebahagiaan Karena aku sungguh tak akan bisa berbahagia Jika senyumanku yang kau inginkan Sungguh, aku akan berikan Tapi tidak dengan cara seperti ini Bisakah kau bersikap lebih adil, pada dirimu sendiri? Pada hatimu, pada hidupmu?!

Aku Tak Akan Memungutinya Kembali...

Mendung pagi ini terlihat tak biasa, kawan Aku tak sanggup melihatnya akan menangis lagi Aku yakin langit juga tak tega Tapi inilah hidup Ada hujan, ada cerah, ada gerimis, ada gelap... Sama seperti aku yang pagi ini mendung Mungkin tak lama lagi akan hujan Semuanya akan basah, kuyup Dan lalu, harus dikeringkan kembali di bawah mentari Kau tahu, kawan? Apa yang membuat aku mendung pagi ini? Tidak, kau pasti tak tahu... Tak ada yang aku beritahu, tak ada tempat bercerita Hanya Kuasa Allah lah yang selalu tahu Tapi IA tak akan membaginya padamu Baiklah, aku akan membaginya Tapi jangan beritahu siapa-siapa, ya? Ini rahasia kita berdua Aku terjatuh pagi ini, dari atas tempat tidur Tapi bukan itu yang membuat aku mendung Melainkan karna mimpi Mimpi yang membuat aku terjatuh Kau tahu aku mimpi apa semalam? Kau pasti juga tidak tahu.. Akan aku beritahu,.. Semalam, aku bermimpi dengan mimpi yang tidak seperti mimpi Serasa nyata Aku bermimpi dia pergi Meninggal...

Semoga Tulang Rusukmu Lahir dari Rahim Ibuku...

Gambar
Bila ingat suatu hari nanti, tentang hidup kita di saat yang tak kita ketahui kapan, dimana aku dan kamu menjadi halal, bergenggaman tangan menyusuri susuran kehidupan, aku tiba-tiba ingin waktu semakin cepat berlalu, agar aku dan kamu bisa segera bertemu.. Di dalam mimpi yang aku rajut sendiri, bayangmu menjadi begitu indah untuk ku gambar. Tapi demi Allah, aku tak mampu menggambarkannya, barang sedikitpun, dengan utuh. Terkadang aku ingin memohon padamu, wahai jiwa yang tak ku ketahui dimana, datanglah sejenak saja ke dalam mimpiku, tunjukkan wajah teduhmu, agar aku tak resah, agar aku tak gundah. Tapi kau tak pernah datang, hingga aku menjadi malas untuk tidur. Akibatnya, aku menjadi lancang kepada Tuhan, melukis wajahmu sendiri, sesuka hati, sesuai ingin. Aku tak peduli bahwa Allah memiliki rahasia, aku tetap ingin melukis dengan tangan sendiri. Aku melukis wajahmu, ya, wajahmu! dengan begitu sempurna di dalam pikirku, utuh! Hingga bunga harapan berputik dan semakin m...

Kita SAHABAT, Karena ALLAH

Gambar
  Aku ingin menyisihkan satu halaman di buku hidupku untuk memuat cerita tentangmu Tentang warna kesukaanmu, tentang makanan favoritmu, tentang ukuran sepatumu, tentang kebiasaan burukmu, tentang gaya bicaramu, bahkan manis senyummu... Kau menyukai warna hijau Ukuran sepatumu 42 Makanan favoritmu mie goreng porsi double dengan cabe melimpah Kebiasaan burukmuuuuu, huh! aku sukar mengingatnya... Karna semua tentangmu terlihat indah di mataku. Oh, baiklah Kau suka lupa memakai jaket saat berkendara, hingga aku sering memarahimu ngotot! Kau suka berbicara dengan keras, hingga orang-orang menduga kau sedang marah, ya, kan? Hmm, senyum manismu itu selalu memikat, dalam pandanganku... Senyum terindah yang hanya untukku... Oh, Tak lama! Keindahan itu tak lama... Aku yang mengakhirinya, karena Allah... Kau sakit, kan? Kau menangis? Aku juga, wallahi, aku juga! Tapi kau kuat, aku tahu itu! Kini, jalan kita sudah berbeda Aku memilih kanan, dan kau kanan yang lainnya Kita terpisah, seme...