Bila ingat suatu hari nanti, tentang hidup kita di saat yang tak kita ketahui kapan, dimana aku dan kamu menjadi halal, bergenggaman tangan menyusuri susuran kehidupan, aku tiba-tiba ingin waktu semakin cepat berlalu, agar aku dan kamu bisa segera bertemu.. Di dalam mimpi yang aku rajut sendiri, bayangmu menjadi begitu indah untuk ku gambar. Tapi demi Allah, aku tak mampu menggambarkannya, barang sedikitpun, dengan utuh. Terkadang aku ingin memohon padamu, wahai jiwa yang tak ku ketahui dimana, datanglah sejenak saja ke dalam mimpiku, tunjukkan wajah teduhmu, agar aku tak resah, agar aku tak gundah. Tapi kau tak pernah datang, hingga aku menjadi malas untuk tidur. Akibatnya, aku menjadi lancang kepada Tuhan, melukis wajahmu sendiri, sesuka hati, sesuai ingin. Aku tak peduli bahwa Allah memiliki rahasia, aku tetap ingin melukis dengan tangan sendiri. Aku melukis wajahmu, ya, wajahmu! dengan begitu sempurna di dalam pikirku, utuh! Hingga bunga harapan berputik dan semakin m...